Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Yuk Datang ke Pasar Seni Lukis Nasional di Rest Area Banjaratma

20.12.20 | Minggu, Desember 20, 2020 WIB | 0 Views Last Updated 2021-08-03T22:41:32Z

 



Joglo Brebes - Ada pemandangan berbeda di rest area heritage KM 260 B Banjaratma, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (19/12). Puluhan lukisan tampak dipajang di stan-stan yang bersanding dengan kios-kios pedagang di dalam kompleks tempat peristirahatan Tol Pejagan-Pemalang itu.


Lukisan di kanvas berbagai ukuran tersebut merupakan karya seniman dari dalam dan luar negeri. Lukisan mereka dipajang untuk meramaikan Pasar Seni Lukis Nasional yang berlangsung di rest area KM 260 B Banjaratma mulai 19 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021.


Keberadaan pameran lukisan itu pun menarik perhatian para pengendara yang singgah di rest area yang menempati bekas bangunan pabrik gula peninggalan Belanda itu. Di sela beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan, mereka menyempatkan untuk berkeliling stan-stan yang memajang lukisan dengan bermacam tema dan aliran.


Ada di antara mereka yang kemudian tertarik dengan satu lukisan lalu akhirnya memutuskan untuk membeli. Ada juga yang sekedar melihat-melihat dan berswafoto dengan latar belakang lukisan.


Ketua Pelaksana Pasar Seni Lukis Nasional, Agus Salim mengatakan, pameran lukisan di rest area KM 260 B Banjaratma digelar untuk menyambut libur Natal dan Tahun Baru.


"Di masa pandemi, ini even pameran lukisan nasional yang pertama digelar di Brebes. Ini digelar secara mandiri oleh para seniman agar ada even seni tingkat nasional di Jawa Tengah," kata Agus, Sabtu (19/12).


Menurut Agus, terdapat 75 stan yang didirikan untuk memajang lukisan para seniman yang ikut dalam pameran. Selain dari berbagai daerah di antaranya Brebes, Tegal, Semarang, Yogyakarta, Banyuwangi, Papua, Lampung, seniman yang ikut pameran juga berasal dari Afganistan dan Ekuador.


"Jumlah stan ada 75, tapi untuk jumlah seniman peserta pameran mencapai 75 sampai 80. Ini karena tempatnya terbatas, jadi satu stan ada yang diisi dua sampai empat seniman," ujar Agus.


Menurut Agus, jumlah stan dalam pameran tersebut meningkat dari pameran serupa yang digelar pertama kali pada tahun lalu di tempat yang sama. "Tahun lalu masih embrio, hanya ada 25 stan. Saat itu kondisi belum pandemi, 98 persen berhasil. Para seniman pulang membawa uang. Harapan kami pada pameran tahun ini juga sama," ujarnya.


Digelar di masa pandemi, Agus memastikan pelaksanaan pameran tetap menerapkan protokol kesehatan. Para seniman yang ikut dalam pameran diwajibkan untuk rapid test terlebih dahulu. "Rapid test kami sediakan secara mandiri dan gratis. Semua peserta pameran wajib rapid test," tandasnya.


Salah satu pengunjung, Sandra (45) mengaku tertarik dengan adanya pameran lukisan di rest area karena baru pertama menjumpai. "Kami sedang dalam perjalanan dari Tulungagung mau ke Bogor, masuk rest area terus lihat ada pameran lukisan, akhirnya tertarik dan beli. Kebetulan sekeluarga suka lukisan. Konsep pameran di rest area ini juga bagus, jadi kaya jemput bola," tuturnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Brebes, Zaenudin mengatakan, pameran lukisan tersebut diharapkan bisa turut meningkatkan pendapatan sekitar 200 UMKM yang ada di rest area setelah sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19.


"Harapannya dengan adanya pengunjung yang datang bisa mendongkrak produk-produk UMK Brebes yang dijual di rest area yang sempat menurun penjualannya hampir 70 persen karena pandemi," ujarnya.


Sumber: Gatra

×
Berita Terbaru Update