Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Waduh! di Brebes Ada 25 Titik Rawan Penyebaran HIV/ AIDS. Mana Saja?

6.8.22 | Sabtu, Agustus 06, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-08-06T03:02:00Z

 


Brebesraya.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes menyebut, ada 25 titik rawan penyebaran HIV/ AIDS yang menjadi sasaran pemetaan populasi kunci di Kabupaten Brebes. Bahkan, semua titik tersebut akan disisir karena tersebar di 17 kecamatan.

Fokusnya, melakukan Voluntary Counseling and Testing kepada orang yang rentan terpapar HIV/ AIDS. Rencananya, realisasi pemetaan populasi kunci tersebut akan melibatkan semua stakeholder terkait.

Kepala Dinas Kesehatan Brebes melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Imam Budi Santoso menyampaikan, pertimbangan dilakukannya pemetaan pada 25 titik rawan penyebaran HIV/ AIDS ditentukan berdasarkan sejumlah faktor. 

Yakni, adanya komunitas atau lokasi yang berkaitan dengan penyebaran karena menjadi tempat prostitusi atau titik kumpul. Rinciannya yakni Kecamatan Tonjong di Ciregol sebagai titik Wanita Pekerja Seks Langsung (WPSL). Kemudian, Klikiran Kecamatan Jatibarang WPSL, Kerseman Bulusari WPSTL, Lawang Ijo Kluwut WPSL, Pangkalan Truk Kecipir WPSL, dan Alun-alun WPSTL.

"Titik populasi kunci sebaran HIV/ AIDS lainnya, cenderung lebih tertutup karena masih berkedok warung remang-remang," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (05/08/2022).

Dalam pemetaan populasi kunci, lanjut Imam, sasarannya tidak hanya Wanita Pekerja Seks Langsung. Namun, juga menyasar komunitas Lesiban, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT-red). Sebab, kategori itu dinilai sangat rentan terjadinya penularan HIV/ AIDS. Sehingga, diharapkan hasil pemetaan populasi kunci menjadi acuan pasti potensi penyebaran kasus baru.

Sementara itu, Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Johan Asanni menambahkan, fokus pemetaan titik rawan populasi kunci yang rentan tertular HIV/ AIDS memang menyasar LGBT. Sebab, berdasarkan hasil pemetaan VCT secara berkala tercatat 77 penderita baru terkonfirmasi positif tertular HIV/ AIDS. Sehingga, dengan melibatkan stakehloder terkait hasil pemetaan dan estimasi populasi kunci lebih maksimal.

"Stakeholder yang dilibatkan, yakni Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinsos, DP3KB, Bagian Kesra, Satreskrim, Satpol PP, Puskesmas Bulakamba, Puskesmas Jatirokeh, Skretariat KPA, Yayasan TEKAD dan Paguyuban Waria," tandasnya. (tegal.inews.id)

×
Berita Terbaru Update