Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Tanyakan Bantuan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, Mahasiswa Datangi Bupati Brebes

10.8.21 | Selasa, Agustus 10, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-08-10T08:01:17Z

Brebesraya.com - Perwakilan aliansi mahasiswa dan pemuda di Kabupaten Brebes, Seni (9/8) mendatangi Pendopo Bupati Brebes. Mereka datang untuk bertemu Bupati Brebes Idza Priyanti dan menanyakan seputar bantuan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di kota bawang merah tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan aliansi mahasiswa dan pemuda ditemui langsung oleh Bupati Brebes Idza Priyanti.

Dalam pertemuan tersebut, selain menanyakan terkait bantuan PPKM apakah sudah tepat sasaran atau belum, mereka juga menanyakan nasib para pedagang kaki lima (PKL) yang terdampak Covid-19.

Perwakilan Mahasiswa Rorike Ruru mengatakan, sejak pemberlakuan PPKM di Kabupaten Brebes banyak PKL yang mengeluh karena terpaksa tutup oleh petugas gabungan yang merazia. Meski demikian, pantauan dari mahasiswa saat ini sudah lebih baik karena telah ada pelonggaran sejak PPKM level 3 diberlakukan.

“Kedatangan kami ke sini untuk menanyakan terkait bantuan sosial PPKM apakah sudah tepat sasaran atau belum. Dan tadi sudah dijelaskan bahwa, pemerintah telah menyalurkan bansos ke warga yang terdampak Covid-19. Dan kami juga memberikan apresiasi kepada Pemkab Brebes karena kasus penurunan Covid-19 terjadi di Brebes setelah pemberlakuan PPKM,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Brebes Idza Priyanti menyambut baik kedatangan perwakilan aliansi mahasiswa dan pemuda ke pendopo tersebut. Dirinya menyebutkan, bahwa selama masa PPKM diterapkan jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Brebes mengalami penurunan.

“Dan terkait bansos bagi warga yang terdampak Covid-19, kita sudah menyalurkannya ke warga yang terdampak Covid-19. Bahkan, untuk menghindari kerumunan, beberapa waktu lalu saya datang ke rumah warga penerima dengan bersepeda,” ucapnya.

Ditambahkannya, saat ini Brebes sendiri masuk zona oranye. Pemkab Brebes juga telah memberikan kelonggaran kepada para pedagang untuk tetap berjualan, meskipun harus mematuhi protokol kesehatan yang ada.

“Termasuk kepada para pembeli untuk mematuhi prokes dan jumlahnya kita batasi untuk antisipasi terjadinya kerumunan. Dan yang paling penting harus mematuhi prokes,” tegasnya. [radartegal]

 

×
Berita Terbaru Update