Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Ratusan Nelayan di Kaliwlingi Brebes Tiga Pekan Tak Melaut, Sulit Mendapatkan Solar Bersubsidi

| Minggu, Oktober 02, 2022 WIB | 0 Views

 

Brebesraya.com - Ratusan nelayan Desa Kaliwlingi, Kecamatan dan Kabupaten Brebes, mengeluh sulit mendapatkan Solar bersubsidi karena teknis pembeliannya cukup rumit.

Akibat sulit mendapatkan Solar bersubsidi itu, mereka sudah sekira tiga pekan tak melaut, untuk mencari ikan.

Ketua Paguyuban Nelayan Kaliwlingi Kalicogo, Daryono menjelaskan, nelayan kecil kesulitan mendapatkan solar subsidi, padahal sudah mengantongi rekomendasi pembelian solar dari Dinas Perikanan Kabupaten Brebes.

Baca Juga: Pria di Jepara Ditangkap Polisi karena Perkosa Pelajar, Modusnya Ancam Sebarkan Foto Bugil Korban

''Meski sudah mengantongi rekomendasi, kenyataannya mereka diharuskan membeli langsung ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di Kluwut, Kecamatan Bulakamba, Brebes,'' ungkap Daryono kepada wartawan, Jumat, 30 September 2022.

Menurut dia, rekomendasi dari Dinas Perikanan memang mudah, tapi teknis pembeliannya yang tidak boleh diwakilkan, sehingga banyak nelayan yang kerepotan untuk mengangkut Solar bersubsidi itu.

Ia mengatakan, nelayan mengaku enggan membeli solar di SPBN karena jaraknya cukup jauh, dan dibatasi hanya 50 liter per hari bagi setiap nelayan, bahkan masih ditambah dengan antrean yang panjang.

''Jarak tempuh ke SPBN Kluwut butuh waktu 1 jam. Itu belum termasuk antrean dan jam pelayanan yang buka pukul 08.00 pagi hingga 16.00. Padahal, aktivitasnya melaut harus berangkat subuh dan baru pulang maghrib,'' paparnya.

Daryono menjelaskan, sulitnya membeli Solar bersubsidi sudah dirasakan nelayan sejak penyesuaian harga BBM, sehingga terhitung sudah 21 hari terakhir, sekira 300 nelayan Kaliwlingi tidak melaut.

''Jika ada oknum yang melanggar aturan pembelian solar bersubsidi, silakan disanksi tapi jangan dipukul rata. Kami yang tidak tahu apa-apa yang kena imbasnya.

Imbasnya langsung terasa pada nelayan kecil seperti kami. Setelah harga BBM naik, dampaknya semua harga ikut naik makin susah cari makan,'' katanya.

Salah satu nelayan Desa Kaliwlingi, Soni (50) juga membenarkan, nelayan di wilayahnya saat ini kesulitan membeli Solar bersubsidi, meski sudah punya rekomendasi dari Dinas Perikanan.

Terpisah, Kepala Seksi Produksi Pengawasan Sumber Daya Ikan, Dinas Kelautan dan Perikanan Brebes, Agus Wesmadi menegaskan, pelayanan kepada nelayan pemegang rekomendasi untuk mendapatkan solar tidak ada kendala.

''Syaratnya, pembelian harus dilakukan oleh pemilik kapal yang mendapat rekomendasi,'' kata Agus kepada wartawan, Jumat, 30 September 2022.

Hanya saja, jelas Agus, pembelian Solar subsidi tidak boleh diwakilkan ke pihak lain, agar tidak ada penyalahgunaan oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Asal dibawa sendiri, tidak ada masalah. Jangan diwakilkan ke pihak lain, harus yang punya surat rekomendasi. Tujuannya agar tidak ada lagi penyalagunaan solar subsidi oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab,'' tegasnya.(wawasan.suaramerdeka.com)

×
Berita Terbaru Update