Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Tenaga Kesehatan RSUD Bumiayu Kompak Tolak Insentif Covid-19

1.6.21 | Selasa, Juni 01, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-08-03T22:41:16Z

 

Brebesraya.com - Para karyawan RSUD Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah yang menangani COVID-19, sepakat menolak insentif yang hanya dibayar 15 persen. Mereka tetap meminta haknya dibayar secara penuh oleh pemerintah daerah.

Ketua Tim Penanganan COVID-19 RSUD Bumiayu, dr Albert Prasetya menegaskan, nakes RSUD Bumiayu yang menangani COVID-19 tidak akan menerima insentif nakes dari sumber APBD yang hanya 15 persen. Dia dan nakes lainbya tetap menuntut agar insentif dibayar penuh sesuai Permenkeu.

"Akan menolak. Kami akan menuntut insentif dibayar sesuai Permenkeu," tandas Albert Prasetya ditemui di tempat praktiknya, Senin (31/5/2021) siang.

Anggaran Rp 15 miliar untuk nakes itu, sambung Albert sangatlah sedikit. Karena itu untuk pembayaran insentif tahun 2020 sebesar Rp 5 miliar dan 2021 sebesar Rp 10 miliar. Padahal, tagihan insentif nakes yang harus dibayar adalah Rp 75 miliar yang terdiri dari tagihan 2021 Rp.30 milyar dan 2021 sebesar Rp 40 miliar.

"Kalau hanya dibayar Rp.15 milyar artinya cuma 15 persen. Ini kan sangat sedikit, sementara nakes swasta yang ditanggung APBN dibayar penuh. Kami hanya menuntut keadilan, karena pekerjaan kami sama dengan swasta dan resikonya juga sama," tegas dokter spesialis dalam ini.

Dia meneruskan, kesepatan tidak akan menerima insentif ini sudah dibahas dalam pertemuan dengan para nakes lain di RSUD Bumiayu. Dalam rapat rapat sebelumnya, nakes RSUD Bumiayu, kata dia sudah melakukan protes dengan sepakat tidak akan menerima insentif jika hanya 15 persen.

"Ini kesepakatan bersama. Kami para nakes sudah membahas soal ini dalam beberapar pertemuan," sambung Albert.

Menanggapi minimmya insentif nakes di Brebes sehingga menyulut protes nakes RSUD Bumiayu, Bupati Brebes, Idza Priyanti menegaskan akan memberikan tambahan anggaran. Anggaran ini dimasukkan dalam pembayaran insentif tahun 2021 sebesar Rp 10 miliar.

"Sekali lagi kemarin sudah dijelaskan, Rp 5 untuk Rp 20 miliar akan segera dibayar. Kemudian tahun 2021 yang tadinya Rp 10 miliara kan ditambahi Rp 10 miliar lagi, jadi 2021 total Rp 25 miliar," ungkap Idza Priyanti kepada wartawan di kantornya.

Sumber: Detik.com

×
Berita Terbaru Update